Gejala Syok Anafilaktik Pada Penderita Alergi Makanan

Memiliki alergi terhadap makanan memang cukup merepotkan. Tentunya kita tidak akan dapat menikmati makanan yang mungkin sebenarnya kita sukai. Contohnya saja jika anda memiliki alergi terhadap telur, maka berbagai macam makanan olahan telur tidak dapat anda nikmati. Mungkin bebrapa diantaranyan bisa anda nikmati makanannya tanpa telur seperti kue misalnya. Tapi tentu saja rasanya tidak akan sama dengan makanan yang menggunakan telur. Namun anda tidak perlu berkecil hati, karena akan lebih baik jika anda tidak mengkonsumsi makanan tersebut daripada anda harus merasakan sakit akibat gejala alergi.

Sayangnya tidak hanya masalah tidak dapat menikmati makanan yang kita sukai, memiliki alergi membuat kita selalu khawatir jika tentang adanya makanan yang dapat menyebabkan alergi. Misalnya saja saat kita makan di tempat makan umum dimana kita tidak mengetahui campuran apa saja yang ada di dalam makanan yang kita pesan. Sebelum kita bahas bagaimana cara mengatasinya, lebih baik kita kenali dulu beberapa gejala yang sering muncul jika seseorang mengalami alergi terhadap makanan.

Gejala syok Anafilaktik merupakan salah satu gejala yang muncul jika orang mengalami alergi makanan adalah syok Anafilaktik. Sebenarnya selain makanan terentu seperti seafood, gejala yang satu ini juga kerap muncul karena alergen yang berupa sengatan serangga, obat-obatan, dan juga lateks. Beberapa hal yang terjadi jika penderita alergi mengalami syok anafilaktik adalah sebagai berikut:

  • Perubahan badannya yang tiba-tiba hangat.

Jika badan anda atau orang disekitar anda tiba-tiba hangat setelah memakan sesuatu, mungkin saja anda mengalami mengalami syok anafilaktik yang disebabkan oleh alergen yang baru saja anda makan.

  • Pembengkakan Pada Bibir atau Lidah

Selain itu anda juga akan mengalami pembengkakan di bagian bibir maupun lidah. Jika sudah terjadi hal seperti ini maka yang harus anda lakukan adalah menemui dokter untuk mendapatan pengobatan dan penanganan secepatnya.

  • Kesemutan

Hal lainnya yang muncul adalah kesemutan yang terjadi di sekitar anggota tubuh seperti kai, tangan, dan bahkan kepala.

  • Mengalami Kesulitan menelan

Tak hanya semutan dan bengkak yang akan anda alami, tapi anda juga mungkin akan mengalami yang namanya sulit menelan makanan karena tenggorokan anda mengalami pembengkakan.

  • Muntah dan Diare

Gejala lainnya yang mungkin muncul adalah merasakan mual hingga akhirnya muntah. Tak hanya muntah, terkadang anda juga akan mengalami diare sebagai akibat masuknya makanan yang memicu reaksi alergi.

  • Jantung berdebar-debar

Gejala yang lain adalah jantung yang berdebar-debar serta melemahnya denyut nadi. Anda mungkin juga kan mengalami keringat dingin dan kulit nada berubah emnjadi pucat. Dalam keadaan seperti ini harusnya segera dilakukan tindakan penanganan agar orang yang mengalami alergi dapat diselamatkan. Jika dibiarkan terlalu lama dalam keadaan seperti ini mungkin saja penderita alan kehilangan nyawanya. Itulah pentingnya mengetahui alergi lebih dini. Jika ingin tahu apakah anda memiliki alergi atau tidak, anda bisa melakukan tes alergi di laboratorium maupun rumah sakit.

Seseorang yang telah mengetahui dirinya memiliki alergi atau tidak akan lebih mudah ditangani jika mengalami reaksi alergi. Bahkan penderita alergi juga dapat menghindari alergen yang dapat

menyebabkan terjadinya reaksi alergi sehingga kejadian yang buruh dapat dihindari. Jika penderita alergi makanan mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan di atas, beberapa penanganan sementara berikut ini dapat dilakukan oleh korban maupun orang yang ada disekitarnya sebelum dokter bertindak. Yang terpenting adalah tahu dulu alergi apa yang dimiliki oleh pasien agar tidak salah memberikan penanganan. Kesalahan penanganan dapat berdampak fatal kepada penderita alergi.

  • Memberikan suntikan adrenalin

Suntikan ini biasanya diberikan oleh dokter, jadi hal pertama yang ahrus dilakukan jika pasien alergi mengalami gejala-gejala di atas, anda bisa menghubungi dokter.

  • Melakukan CPR

Untuk tindakan yang satu ini bisa dilakukan duluoleh orang yang ada di sekitar penderita alergi. Tindakan CPR dapat dilakukan untuk mencegah agar datak jantung si penderita atau pasien tidak berhenti.

  • Memberikan obat alergi

Antihistamin, kortikosteroid, dan salutamol merupakan obat-obat yang adapat diberikan pada pasien alergi sebagai penanganan pertama jika pasien mengalami gejala-gejala di atas.

Dan itulah beberapa langkah yang dapat dilakukan sebagai penanganan terhadap gejala syok anafilaktik yang sering muncul akibat reaksi alergi makanan. Jika penderita alergi telah mengalami gejala-gejala di atas, maka langkah yang paling tepat anda membawanya ke rumah sakit agar segera mendapatkan pertolongan dokter. Jika tidak segera ditangani, pasien dapat mengalami kekurangan cairan dan bisa saja kehilangan nyawanya. Sedangkan tindakan pencegahan yang dapat dilakukan oleh penderita alergi makanan adalah mengecek bahan makanan yang ia makan. Sebelum memakannya, pastikan tidak ada alerger di dalamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *